PEMANFAATAN KADAR ASAM PADA BUAH PIDADA SEBAGAI ALTERNATIF PENGAWET IKAN
KARYA ILMIAH REMAJA
PEMANFAATAN KADAR ASAM PADA BUAH PIDADA
SEBAGAI ALTERNATIF PENGAWET IKAN
MAN INSAN CENDEKIA JAMBI
OLEH :
MUHAMMAD IHSAN SUAIDI
NIS:
17 - 11 - 917
JURUSAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
TAHUN AJARAN 2018/2019
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
Motto :
“Apapun impian yang ingin kalian raih, segila apapun impian tersebut, dapat
kalian raih selama kalian meraihnya dengan sungguh-sungguh”
Persembahan :
Karya Ilmiah ini peneliti
persembahkan untuk keluarga peneliti, terutama ayah peneliti Drs. Julaini dan
ibu peneliti Dra. Hj. Jannatul Wardiyah yang telah membantu peneliti baik
secara materil maupun moril dalam pembuatan karya ilmiah ini. Selanjutnya kepada
pembimbing peneliti, ibu Yulleila, S.Pd dan bapak Mubaid Isngari, S.Si yang
telah dengan sabar membimbing sya dalam melakukan penelitian ini. Dan untuk
teman-teman peneliti yang telah memberikan dukungan dan semangat kepada peneliti.
LEMBAR PENGESAHAN
Karya ilmiah yang berjudul “Pemanfaatan
Kadar Asam pada Buah Pidada sebagai Alternatif Pengawet Ikan”. Oleh Muhammad
Ihsan Suaidi Nomor Induk Siswa 17–11-917,
telah disetujui dan disahkan untuk membuat karya ilmiah remaja sebagai syarat
kenaikan kelas.
Disetujui
Pembimbing I Pembimbing
II
Mubaid Isngari, S.Si Yulleila, S.Pd
ABSTRAK
Suaidi,
Muhammad Ihsan 2018. “Pemanfaatan Kadar Asam Pada Buah Pidada Sebagai
Alternatif Pengawet Ikan” karya ilmiah jurusan IPA Madrasah Aliyah Negeri
Insan Cendekia Jambi. Pembimbing : 1. Yulleila, S.Pd 2. Mubaid Isngari, S.Si
Kata Kunci ; Pemanfaatan, Kadar Asam, Buah
Pidada, Alternatif, Pengawet, Ikan.
Buah
Pidada adalah tanaman mangrove, dikarenakan kandungan kadar asamnya yang sangat
tinggi, buah ini dapat digunakan sebagai alternatif pengawet ikan. Adapun
tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan cara mengubah asam pada buah
pidada menjadi alternatif pengawet ikan.
Metode
penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan, dimana didalam
penelitian ini peneliti mengguanakan metode observasi dan metode eksperimen.
Setelah dilakukan penelitian, kemudian peneliti mengembangkan penelitiannya
menegenai bagaimana cara mengubah kadar asam pada buah pidada menjadi alternatif
pengawetan ikan.
Pada
penelitian ini, didapatkan bahwa kadar asam yang tinggi pada Buah Pidada dapat
dimanfaatkan sebagai alternatif pengawet ikan, dengan ditambahkan bahan lain
yang dapat membantu dalam pengawetan. Diharapkan setelah penelitian ini, buah
pidada dapat dimanfaatkan untuk keperluan lainnya.
KATA PENGANTAR
Puji syukur peneliti panjatkan
kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat, nikmat, serta hidayahnya
sehingga peneliti dapat menyelesaikan Karya Ilmiah ini. Sholawat dan salam semoga
selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Yang telah membawa
kita dari alam yang penuh dengan kebodohan menuju alam yang penuh dengan ilmu
pengetahuan seperti saat ini, dimana kita bisa menikmati kemajuan teknologi dan
pemikiran.
Penulisan Karya Ilmiah dengan judul
ini peneliti rampungkan dengan bantuan beberapa pihak yang sangat mendukung
penelitian ini. Untuk itu peneliti ucapkan terima kasih kepada Ibu Yulleila,
S.Pd selaku guru Bahasa Indonesia yang telah bersedia membimbing peneliti dalam
hal penulisan dan kaidah bahasa peneliti, serta Pak Mubaid Isngari, S.Si selaku
guru Kimia yang juga bersedia membimbing peneliti dalam hal penelitian atau
pengujian penelitian. Dan terima kasih juga kepada kedua orang tua peneliti
Khususnya Ibu Peneliti Ibu Dra. Hj. Jannatul Wardiyah yang telah bersedia
membantu peneliti dalam hal melengkapkan alat dan bahan dalam penelitian ini.
Bagi peneliti, penyusunan Karya
Ilmiah ini bukanlah suatu tugas yang ringan. Dan peneliti sendiri sadar akan
banyaknya kekurangan dalam penulisan Karya Ilmiah ini, dikarenakan oleh
terbatasnya kemampuan dan waktu yang peneliti miliki.`
Akhir kata, peneliti harapkan Karya
Ilmiah ini dapat memberikan banyak manfaat bagi seluruh masyarakat yang
bersedia mencoba penelitian peneliti. Aamiin.
Pijoan, 3 November 2018
Muhammad Ihsan Suaidi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ...........................................................................i
LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................................ii
ABSTRAK .............................................................................................................iii
KATA PENGANTAR .....................................................................................iv
DAFTAR ISI ..............................................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang ..........................................................................1
1.2
Rumusan Masalah ..........................................................................2
1.3
Tujuan Penelitian ..........................................................................3
1.4
Manfaat Penelitian ..........................................................................3
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian
Pemanfaatan ..............................................................4
2.2 Kadar Asam ......................................................................................4
2.3 Buah Pidada ......................................................................................6
2.4 Alternatif ......................................................................................6
2.5 Pengawet ......................................................................................7
2.6 Ikan ..................................................................................................7
2.2 Kadar Asam ......................................................................................4
2.3 Buah Pidada ......................................................................................6
2.4 Alternatif ......................................................................................6
2.5 Pengawet ......................................................................................7
2.6 Ikan ..................................................................................................7
BAB II METODE PENELITIAN
3.1 Jenis
Penelitian ..........................................................................9
3.2 Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian ....................................10
3.3 Alat dan Bahan
3.3.1 Alat ....................................................................................11
3.3.2 Bahan ....................................................................................11
3.4 Data dan Sumber Data ............................................................11
3.5 Metode Pengumpulan Data
3.6.1 Observasi ........................................................................12 3.6.2 Eksperimen ........................................................................12
3.6 Prosedur Penelitian ........................................................................12
3.2 Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian ....................................10
3.3 Alat dan Bahan
3.3.1 Alat ....................................................................................11
3.3.2 Bahan ....................................................................................11
3.4 Data dan Sumber Data ............................................................11
3.5 Metode Pengumpulan Data
3.6.1 Observasi ........................................................................12 3.6.2 Eksperimen ........................................................................12
3.6 Prosedur Penelitian ........................................................................12
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Proses
Pengolahan Asam pada Buah Pidada
sebagai Alternatif Pengawet Ikan ........................................................................14
4.1.1 Analisis Proses Pengekstrakan Buah Pidada
a. Analisis Bahan ................................................15
b. Analisis Proses ................................................17
c. Analisis Hasil ............................................................17
4.1.2 Hasil Pengamatan ............................................................18
4.1.1 Analisis Proses Pengekstrakan Buah Pidada
a. Analisis Bahan ................................................15
b. Analisis Proses ................................................17
c. Analisis Hasil ............................................................17
4.1.2 Hasil Pengamatan ............................................................18
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan ....................................................................................19 5.2 Saran ................................................................................................19
TENTANG PENULIS ....................................................................................21
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................22
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Provinsi Jambi memiliki 11 kabupaten
kota, salah satunya adalah Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ibukota dari
Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah Kuala Tungkal. Daerah ini bersebelahan
dengan sungai pengabuan dan masih terdapat banyak rawa-rawa dan juga perarian
yang memiliki ciri khas tersendiri yang membedakan kabupaten lain dengan
Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kabupaten Tanjung Jabung Barat letaknya
di tepi pesisir yang ditumbuhi tanaman rawa. Salah satu tanaman yang banyak
terdapat di Tanjung Jabung Barat yaitu
Pidada. Buah Pidada memiliki batang
pohon yang besar yang mampu mencegah terjadinya yang membuat tanaman ini
memiliki banyak manfaat.
Tanaman yang berasal dari marga Sonneratia
ini memiliki nama latin Sonneratia caseolaris. Di setiap daerah tanaman
ini memiliki nama yang berebeda-beda. Misalnya saja di Malaysia disebut
Berembang, di Jawa disebut Bogem, di Inggris disebut Mangrove Apple, dan di
Jerman disebut Holzapfel Mangrove[1].
Masyarakat Kuala Tungkal mengolah
buah dari tanaman ini menjadi makanan
dan minuman, contohnya sebagai sirup, selai, dan dodol. Sehingga dapat membantu
meningkatkan perekonomian masyarakat dengan cara menjual hasil olahan buah
pidada. Buah pidada yang biasanya dimanfaatkan sebagai sirup, selai, dan dodol
adalah buah pidada yang masih berada di ranting pohon. Sedangkan buah pidada
yang akan peneliti gunakan sebagai pengawet makanan adalah buah pidada yang
sudah jatuh ke tanah. Sehingga, peneliti dapat mengurangi limbah yang ada di
pinggiran pantai dan tidak menganggu dalam produksi sirup, selai, dan dodol
dari buah pidada.
Buah Pidada ini memiliki rasa asam karena mengandung kadar vitamin c yang
tinggi. Selain vitamin c, buah Pidada juga mengandung vitamin A, B1, B2 serta
mengandung 9,2% protein, 4,8%lemak, dan 77,8% karbohidrat. Sehingga, buah
Pidada memiliki potensi untuk dijadikan sebagai pengawet makanan[2].
Berdasarkan latar belakang tersebut maka
peneliti tertarik untuk membuat karya tulis ilmiah dengan judul: “Pemanfaatan
Kadar Asam pada Buah Pidada sebagai Alternatif Pengawet Ikan”.
1.2. Rumusan
Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1.2.1. Bagaimana
cara mengubah kadar asam pada buah pidada menjadi alternatif pengawetan ikan?
1.2.2. Berapa
lama ikan bisa diawetkan menggunakan asam pada buah pidada?
1.3. Tujuan
Penelitian
Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah:
1.3.1. Mendeskripsikan
cara mengubah asam pada buah pidada menjadi alternatif pengawet ikan.
1.3.2. Mengidentifikasi
berapa lama ikan bisa diawet
k
kan menggunakan asam pada buah pidada.
1.4. Manfaat
Penelitian
Manfaat penelitian dalam penelitian ini adalah:
1.4.1. Menjadi
alternatif untuk mengawetkan makanan.
1.4.2. Mengurangi
limbah yang bertebaran ditepi pantai.
1.4.3. Menjadi
pengawet makanan alami yang lebih tahan lama.
1.4.4. Bagi
nelayan dapat dimanfaatkan sebagai pengawet ikan setelah sampi ditepi pantai.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian Pemanfaatan
Pemanfaatan berasal dari kata manfaat yang
berarti guna, faedah, laba, dan untung. Pemanfaatan adalah hal, cara,
hasil kerja dalam memanfaatkan sesuatu yang berguna[3].
Dan definisi lain mengatakan bahwa, manfaat merupakan harapan sama artinya
dengan explore (penghadapan semata-mata menunjukkan suatu kegiatan menerima)[4].
2.2. Kadar Asam
Asam
merupakan senyawa yang apabila dilarutkan dengan air akan menghasilkan larutan
dengan pH lebih kecil dari 7. Dalam definisi modern, asam adalah suatu zat yang
dapat menghasilkan proton (ion H+) kepada zat lain (yang disebut
basa), atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa. Suatu asam
akan bereaksi dengan suatu basa dalam reaksi penetralan untuk membentuk garam[5].
Istilah "asam" merupakan terjemahan
dari istilah yang digunakan untuk hal yang sama dalam bahasa-bahasa Eropa
seperti acid (bahasa Inggris), zuur (bahasa Belanda), atau Säure
(bahasa Jerman) yang secara harfiah berhubungan dengan rasa masam.
Adapun
dalam pembahasan Kimia, Asam memiliki definisi yang berbeda-beda, seperti yang
dikemukakan oleh tiga orang ahli kimia berikut, adalah:
1. Menurut Arrhenius, asam adalah
suatu zat yang meningkatkan konsentrasi ion hidronium (H3O+)
ketika dilarutkan dalam air. Definisi yang pertama kali dikemukakan oleh Svante Arrheniusini membatasi
asam dan basa untuk zat-zat yang dapat larut dalam air.
2.
Menurut Bronsted-Lowry, asam adalah pemberi
proton kepada basa. Asam dan basa bersangkutan disebut sebagai pasangan
asam-basa konjugat. Bronsted dan Lowry secara terpisah mengemukakan definisi ini, yang
mencakup zat-zat yang tak larut dalam air.
3. Menurut Gilbert N. Lewis, asam adalah penerima pasangan elektron dari
basa, dapat mencakup asam yang tak mengandung hidrogen atau proton yang dapat
dipindahkan, seperti besi(III) klorida. Definisi Lewis dapat pula dijelaskan dengan
teori orbital molekul. Secara umum, suatu asam dapat menerima pasangan
elektron pada orbital kosongnya yang paling rendah (LUMO) dari orbital terisi yang tertinggi (HOMO)
dari suatu basa. Jadi, HOMO dari basa dan LUMO
dari asam bergabung membentuk orbital molekul ikatan[6].
2.3.
Buah Pidada
Pidada merah
atau perepat merah (Sonneratia caseolaris) adalah sejenis pohon penghuni
rawa-rawa tepi sungai dan hutan bakau, yang termasuk ke dalam
suku Lythraceae (dulu, Sonneratiaceae). Pidada
merah adalah salah satu jenis pidada yang mudah ditemui didaerah Kuala
Tungkal-Tanjung Jabung Barat. Secara lokal, pohon ini sering disebut perepat
atau pidada saja.
Buah pidada berbentuk seperti bola, ujungnya
bertangkai dan bagian dasarnya terbungkus kelopak bunga. Mempunyai ukuran buah
berdiameter 6-8 cm. Pidada tumbuh di bagian yang kurang asin di hutan mangrove,
pada tanah lumpur yang dalam, seringkali sepanjang sungai kecil dengan air yang
mengalir pelan dan terpengaruh oleh pasang surut. Tidak pernah tumbuh pada
pematang atau daerah berkarang. Juga tumbuh di sepanjang sungai, mulai dari
bagian hulu dimana pengaruh pasang surut masih terasa, serta di areal yang
masih di dominasi oleh air tawar. Tidak toleran terhadap naungan. Ketika bunga
berkembang penuh (setelah jam 20.00 malam), bunga berisi banyak nektar.
Perbungaan terjadi sepanjang tahun. Biji mengapung. Selama hujan lebat,
kecenderungan pertumbuhan daun akan berubah dari horizontal menjadi vertical.
2.4 Alternatif
Alternatif adalah satu dari dua atau lebih
cara untuk mecapai tujuan akhir yang sama atau bisa didefinisikan sebagai pilihan di antara dua atau beberapa kemungkinan[7].
Alternatif tidak harus menjadi pengganti dekat untuk pilihan pertama (atau
alternatif lain), atau harus memecahkan masalah dengan cara tertentu.
2.5.
Pengawet
Bahan
pengawet atau pengawet makanan adalah zat atau bahan kimia yang ditambahkan ke
dalam produk seperti makanan, minuman, obat-obatan, cat, sampel biologis,
kosmetik, kayu, dan produk lainnya untuk mencegah terjadinya dekomposisi yang disebabkan oleh
adanya pertumbuhan mikroba atau oleh perubahan kimiawi. Secara
umum, pengawetan dilakukan melalui dua cara, yaitu secara fisik dan kimiawi.
Pengawetan
kimiawi melibatkan penambahan senyawa kimia ke dalam
produk. Pengawetan fisik melibatkan berbagai proses seperti pembekuan atau
pengeringan. Bahan pengawet aditif makanan mengurangi
risiko keracunan makanan, mengurangi paparan mikroba, dan
mempertahankan kesegaran serta kualitas nutrisi produk tersebut. Beberapa
teknik fisik untuk mengawetkan makanan di antaranya dehidrasi, radiasi UV-C,
pengeringbekuan, dan pembekuan. Teknik pengawetan kimiawi dan fisik terkadang
dikombinasikan[8].
2.6. Ikan
Menurut
Undang-undang perikanan (UU No 45 Tahun 2009), “Ikan didefinisikan secara umum
sebagai hewan yang hidup di air, bertulang belakang, poikiloterm, bergerak
dengan menggunakan sirip, bernafas dengan insang, dan memiliki gurat sisi (linea
lateralis) sebagai organ keseimbangannya”. Namun apabila kita mengacu
kepada Undang-undang No 31 Tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana telah
diubah dalam Undang-undang No 45 Tahun 2009, maka definisi ikan yang dimaksud
menjadi berbeda dan luas cakupannya. Menurut Pasal 1 Undang-undang No.45 Tahun
2009, “Ikan adalah segala jenis organisme yang seluruh atau sebagian dari
siklus hidupnya berada di dalam lingkungan perairan”. Didalam bagian
penjelasan, dielaskan bahwa yang termasuk kedalam jenis ikan adalah :
a.
Ikan bersirip
(pisces)
b.
Udang,
rajungan, kepiting dam sebangsanya (crustacea)
c.
Kerang,
tiram, cumi-cumi, gurita, siput, dan sebangsanya (mollusca)
d.
Ubur-ubur dan
sebangsanya (coelenterata)
e.
Tripang, bulu
babi, dan sebangsanya (echinodermata)
f.
Kodok dan
sebangsanya (amphibia)
g.
Buaya, penyu,
kura-kura, biawak, ular air, dan sebangsanya (reptilia)
h.
Paus,
lumba-lumba, pesut, duyung, dan sebangsanya (mamalia)
i.
Biota
perairan lainnya
Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan, bahwa
tidak hanya hewan bersirip dan memiliki insang saja yang dimaksud dengan ikan,
tetapi segala biota perairan yang seluruh atau sebagian dari silklus hidupnya
berada di lingkungan perairan, termasuk coral, buaya, penyu, dll[9].
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Berdasarkan tujuan
penelitian yang telah dikemukakan peneliti, yaitu: 1) mendeskripsikan cara mengubah asam pada
buah pidada menjadi alternatif pengawet ikan. 2) mengidentifikasi berapa lama
ikan bisa diawetkan menggunakan asam pada buah pidada, dapat disimpulkan bahwa
karya tulis ilmiah ini dipaparkan berdasarkan penelitian kualitatif dengan
metode penelitian eksperimen.
Penelitian kualitatif merupakan
penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah, dimana
peneliti merupakan instrumen kunci. Menurut Sugiyono (2011), metode penelitian kualitatif
adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat post positivisme,
digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya
eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel
sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan
tri-anggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan
hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Pada
penelitian kualitatif, semakin mendalam, teliti, dan tergali suatu data yang
didapatkan, maka bisa diartikan pula bahwa semakin baik kualitas penelitian
tersebut. Maka dari segi besarnya responden atau objek penelitian, metode
penelitian kualitatif memiliki objek yang lebih sedikit dibandingkan dengan penelitian
kuantitatif, sebab lebih mengedepankan kedalaman data, bukan kuantitas
data[10].
Menurut Solso dan MacLin (2002), penelitian
eksperimen adalah suatu penelitian yang didalamnya ditemukan minimal satu
variabel yang dimanipulasi untuk mempelajari hubungan sebab-akibat. Penelitian
erat kaitannya dalam menguji suatu hipotesis dalam rangka mencari pengaruh,
hubungan, maupun perbedaan perubahan terhadap kelompok yang dikenakan perlakuan[11].
3.2. Lokasi
Penelitian dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian di Jl. Kapten Pierre Tendean
No.11 RT.20 Kelurahan Tungkal III Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung
Jabung Barat dan akan diuji kembali di MAN Insan Cendekia Jambi yang terletak
di Jalan Lintas Jambi-Muara Bulian KM 21 Kelurahan Pijoan Kecamatan Jambi Luar Kota
Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi.
Waktu
penelitian: penelitian diadakan pada tanggal 21 Oktober 2017 sampai 15 November
2018.
3.3. Alat dan Bahan
3.3.1 Alat
1)
Kamera
2)
Pisau
3)
Talenan
4)
Baskom kecil
5)
Blender
6)
Saringan
3.3.2 Bahan
7)
Buah Pidada
8)
Air
9)
Ikan Bawal
10) Garam
3.4. Data
dan Sumber Data
Data primer dalam penelitian ini adalah hasil
observasi dan hasil eksperimen buah pidada terhadap pengawetan ikan. Data
sekunder dalam penelitian ini adalah informasi yag diperoleh dari teori yang
berkaitan dengan penelitian. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah
Buah Pidada. Sumber data sekunder adalah data
pendukung yang telah diperoleh dari buku dan internet.
3.5. Metode
Pengumpulan Data
Dalam metode pengumpulan data, peneliti
menggunakan teknik observasi dan eksperimen
3.5.1 Observasi
Observasi dilakukan guna mendapatkan informasi
secara benar terkait dengan kadar asam pada buah pidada yang digunakan sebagai
alternatif pengawet ikan. Adapun hal-hal yang diobservasi dalam penelitian ini
adalah:
1. Buah Pidada
2. Kadar asam
dalam buah pidada
3. Ikan Bawal
3.5.2
Eksperimen
Eksperimen merupakan penelitian yang
didalamnya ditemukan minimal satu variabel yang dimanipulasi untuk mempelajari
hubungan sebab-akibat. Adapun hal-hal yang digunakan sebagai variabel dalam
penelitian ini adalah:
1.
Buah Pidada
2.
Ikan Bawal
3.7. Prosedur
Penelitian
1) Menyiapkan alat
dan bahan yang akan digunakan dalam melakukan penelitian.
2) Pengupasan
kulit dan penyucian buah pidada
3) Potong buah pidada
menjadi ukuran yang cukup kecil
4) Buah pidada
yang telah dipotong, diblender halus dengan di tambahkan ±500mL hingga buah
pidada dapat di ambil saripatinya
5) Buah pidada
yang telah diblender halus di peras menggunakan kain halus, lalu pisahkan ke
wadah lain
6) Ambil ikan
segar yang telah disiapkan, lalu pindahkan ke tiga tempat yang berbeda
7) Balutkan
saripati buah pidada pada ikan yang berada ditempat I, lalu tambahkan garam
halus
8) Pada tempat II
balutkan dengan garam halus saja, sedangkan pada tempat III tidak dibalutkan
dengan apapun
9) Biarkan tiga
wadah ikan tersebut di suhu ruangan dalam beberapa hari
10) Pantau ikan
tiap harinya, apakah ikan tersebut busuk atau tidak
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Proses Pengolahan Asam pada Buah Pidada
sebagai Alternatif Pengawet Ikan
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan
niat yang kuat serta alat dan bahan yang sudah disiapkan. Alat-alat yang harus
disiapkan antara lain: kamera,
pisau, talenan, baskom kecil, blender, saringan. Sedangkan bahan-bahan yang
harus disiapkan antara lain: buah pidada, air, ikan bawal, garam. Jangan lupa,
alat yang akan digunakan harus dalam keadaan steril, bersih, dan higenis.
Penelitian ini diawali dengan pembersihan pada bahan-bahan yang dibutuhkan
dalam pembuatan pengawet ikan dari buah pidada, yaitu penyucian buah pidada.
Setelah dibersihkan, buah pidada dipotong dengan ukuran yang tidak terlalu
kecil.
Tahap selanjutnya setelah pemotongan adalah pemblenderan buah pidada yang
telah dipotong kecil-kecil. Buah pidadapun diblender hingga memiliki hasil yang
sangat halus. Selanjutnya setelah pemblenderan, buah pidada diperas hingga
menyisakan saripati buah pidada tanpa menyisakan ampas buah tersebut.
Setelah itu, sediakan 3 tempat berbeda yang sudah diisi dengan ikan. Sari
buah pidada yang telah diperas tadi dicampur dengan garam, lalu dioleskan ke
ikan yang ada ditempat I. Pada tempat II oleskan dengan kunyit halus, sedangkan
pada tempat III biarkan ikan tidak dioleskan dengan apapun.
Cek ikan setelah semalaman dibiarkan di suhu ruangan. Jika ikan pada tempat
I berbau busuk sedangkan pada tempat II dan tempat III tidak busuk, maka
berarti saripati buah pidada tidak bisa digunakan sebagai alternatif pengawet
ikan. Namun, apabila ikan pada tempat I bisa bertahan hingga dua malam, maka
berarti saripati buah pidada dapat digunakan sebagai alternatif pengawet ikan.
4.1.1 Analisis Proses Pengekstrakan Buah Pidada
a. Analisis Bahan
1) Buah
Pidada dicuci terlebih dahulu dengan air mengalir, kemudian kupas kulit Buah
Pidada hingga menyisakan permukaan daging buahnya saja.
2) Buah
Pidada dipotong kecil-kecil agar mempermudah proses penghalusan buah tersebut.
3) Haluskan
Buah Pidada (dengan menggunakan
blender), kemudian tambahkan air secukupnya bertujuan agar dapat menambahkan cairan
ekstrak Buah Pidada.
4) Saring
atau peras Buah Pidada yang sudah dihaluskan dengan kain yang bersih atau
menggunakan saringan teh yang bertujuan untuk memisahkan antara ampas Buah
Pidada dengan ekstrak Buah Pidada.
5) Masukkan
ekstrak Buah Pidada ke dalam wadah yang sudah dibersihkan atau dalam keadaan
higienis agar ekstrak Buah Pidada tidak terkontaminasi dengan zat lain.
b. Analisis Proses
Pada proses pengekstrakan Buah
Pidada ni, Buah Pidada diekstrak dengan menggunakan air. Buah Pidada mengandung
zat-zat organik sedangkan air atau molekul H2O merupakan zat
polar yang menjadi pelarut bagi Buah Pidada. Pada proses pengekstrakan ini,
Buah Pidada dihaluskan dengan menggunakan blender, bertujuan untuk mengambil
ekstrak atau saripati dari Buah Pidada, sehingga saripati yang terdapat dalam
Buah Pidada akan bercampur dengan air menjadi hasil ekstrak Buah Pidada.
c. Analisis Hasil
Hasil pengekstrakan Buah Pidada ini
mengandung sebagian air dan ampas-ampas dari penghalusan yang masik terdapat
dalam ekstrak tersebut. Ampas-ampas tersebut sengaja di masukkan ke dalam
ekstrak agar dapat membantu dalam proses pengawetan ikan. Selanjutnya ekstrak
Buah Pidada ini dijadikan sebagai bahan yang akan digunakan dalam pembuatan
alternatif pengawet ikan.
4.2 Hasil
Pengolahan Kadar Asam pada Buah Pidada sebagai Alternatif Pengawet Ikan
Ikan yang telah diawetkan dengan saripati buah
pidada ternyata dapat bertahan selama ±18 jam. Setelah diawetkan, warna ikan
berubah menjadi sedikit putih karena terpengaruh oleh saripati buah pidada yang
berwarna putih. Selain berubah warna, tekstur
ikan juga menjadi lebih lembek, tetapi ikan tidak menimbulkan bau busuk sedikit
pun, yang dapat peneliti simpulkan bahwa ikan tersebut dapat diawetkan dengan
saripati buah pidada.
Setelah diamati secara seksama,
berikutnya peneliti mengolah ikan bawal yang sudah diawetkan dengan saripati
buah pidada tersebut dengan cara digoreng yang telah diisi dengan minyak nabati
panas. Setelah digoreng, ikan tersebut diangkat lalu ditiraskan. Ikan bawal
goreng yang sebelumnya diawetkan dengan saripati buah pidada tidak memiliki
perbedaan apapun dengan ikan bawal yang diawetkan dengan kunyit atau yang
disimpan di dalam lemari es, baik dari segi warna, rasa, maupun tekstur dari
ikan tersebut.
Maka dari itu, pengawetan ikan
dengan menggunakan saripati buah pidada yang mengandung kadar asam yang tinggi
tidak menimbulkan efek samping apapun terhadap ikan. Dengan pembuktian tersebut peneliti membuktikan bahwa
buah pidada dapat digunakan sebagai pengawet ikan, dan dapat bertahan selama
±18 jam, dengan disimpan ditempat yang kedap udara dengan suhu ruangan.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan
sebagai berikut :
1. Proses
pemanfaatan ekstrak buah pidada sebagai alternatif pengawet ikan melalui dua
tahapan yaitu proses pengekstrakan buah pidada dengan medium pelarut air
sehingga menghasilkan ekstrak buah pidada dan proses pembuatan pengawet ikan
yang dibuat dengan merendam ikan dengan ekstrak buah pidada hingga dapat
disimpan pada suhu ruangan yang kedap udara selama ±18 jam.
2. Pemanfaatan ekstrak
buah pidada sebagai pengawet ikan cukup efektif karena dibandingkan ikan yang
tidak diberi apa-apa, lebih cepat membusuk dibandingkan ikan yang diberikan
ekstrak buah pidada.
5.2 Saran
Diharapkan setelah karya ilmiah ini selesai,
masyarakat pada umumnya serta peneliti pada khususnya tidak berhenti dalam
mengembangkan penelitian dan timbul kreativitas lain untuk melakukan penelitian
terhadap tanaman yang dapat dimanfaatkan bagi manusia khususnya tanaman buah
pidada. Selain itu, diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan lebih
baik lagi, serta memberikan ide-ide lain yang dapat digunakan untuk
memanfaatkan buah pidada sebagai bahan makanan lain.
TENTANG PENULIS
Penulis bernama lengkap Muhammad
Ihsan Suaidi, lahir di Kuala Tungkal pada tanggal 24 Juni 2002 merupakan
anak ketiga dari 3 bersaudara. Penulis merupakan anak dari pasangan Bapak
Drs.Julaini dan Ibu Dra.Hj.Jannatul Wardiyah. Penulis sekarang bertempat
tinggal di BTN. Pengabuan Permai 06 No.11 RT.20 Kel. Tungkal 3 Kec. Tungkal
Ilir Kab. Tanjung Jabung Barat.
Adapun riwayat pendidikan penulis
yaitu, pada tahun 2014 lulus dari SD Negeri No. 4/V Kuala Tungkal, lalu melanjutkan sekolah di
MTsN Kuala Tungkal dan tamat pada tahun 2017. Kemudian, penulis melanjutkan
kembali sekolah nya di MAN Insan Cendekia Jambi pada tahun 2017 sampai
sekarang.
Penulis adalah seorang seniman, dia
sudah beberapa kali mengikuti hal-hal yang berbau seni. Misalkan pada tahun
2012 , penulis mengikuti MTQ Tingkat Kecamatan Tungkal Ilir cabang Tartil dan
mendapatkan juara 1. Kemudian dilanjutkan ke MTQ Tingkat Kabupaten Tanjung
Jabung Barat dan mendapatkan juara 3. Pada tahun 2015 penulis mengikuti lomba
AKSIOMA Tingkat Nasional Cabang Kaligrafi atau Mushaf Al-Qur’an, pada
kompetisis ini, penulis mewakili Povinsi Jambi setelah lulus dari seleksi
berkas.
Penulis pernah aktif dalam beberapa
kegiatan di MTs N dulu. Diantaranya yaitu, mengikuti sebuah Perguruan Seni Bela
Diri Karate di MTs N dulu, dan kegiatan lain yang pernah diikuti penulis yaitu,
menjadi Kabid IMTAQ OSIM Masa Khidmat 2015/2016 di sekolahnya dulu, serta
menjadi Sekretaris Pratama Putra Pramuka MTsN Kuala Tungkal Gugus depan
01.505-01.506.
DAFTAR PUSTAKA
ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/pgm/article/view/3999
Dr.J.S. Badudu,
Kamus Umum Besar Bahasa Indonesia. http://www.definisi-pengertian.com/2015/07/definisi-pengertian-pemanfaatan.html
http://www.academia.edu/7226981/KIMIA_1_ASAM_BASA
https://olayolanda8.wordpress.com/2013/04/15/
akuimut027.blogspot.com/2018/04/bahan-pengawet-asam-sorbat-.html
https://www.statistikian.com/2012/10/penelitian-kualitatif.html
https://navelmangelep.wordpress.com/2012/02/27/metode-penelitian-eksperimen/
[3] Dr.J.S. Badudu, Kamus Umum
Besar Bahasa Indonesia. http://www.definisi-pengertian.com/2015/07/definisi-pengertian-pemanfaatan.html diakses pada 5 September 2018
[8]
akuimut027.blogspot.com/2018/04/bahan-pengawet-asam-sorbat-.html
[9] https://callbowo.wordpress.com/2011/03/12/definisi-ikan-menurut-undang-undang-perikanan-uu-45-tahun-2009/
[10] https://www.statistikian.com/2012/10/penelitian-kualitatif.html

Komentar
Posting Komentar